Tugas Semantik
Pengertian Polisemi
Polisemi merupakan hubungan antara bentuk kebahasaan dengan perangkat makna
(Aminuddin, 2001:123), misalnya bentuk berjalan yang mempunyai makna
'terlaksana, berlangsung dan berjalan dengan kaki'. Polisemi sering juga
diartikan sebagai satuan bahasa ( terutama kata, bisa juga frase) yang memiliki
makna lebih dari satu (Chaer, 2001:101).
Parera, (2004:81) mengatakan polisemi ialah suatu ujaran dalam bentuk kata
yang mempunyai makna berbeda-beda, tetapi masih ada hubungan atau kaitan antara
makna-makna yang berlainan misalnya; kata kepala dapat bermakna 'kepala
manusia, kepala jawatan, kepala sarung'. Menurut Kreidle (1998) ‘pengambilan
acuan secara anatomi sebagai dasar makna. Hal ini berarti kaitannya dengan
organ tubuh manusia sebagai makna baru, dan makna tersebut harus berkaitan
meskipun sedikit.
Jadi berdasarkan pengertian dari para ahli tersebut,
pengertian polisemi yaitu satu kata yang mempunyai makna lebih dari satu, dan
makna yang lebih dari satu itu saling berkaitan, baik berupa
makna sebenarnya yakni denotasi maupun kiasan atau konotasi.
Perbedaan antarmakna dapat ditelusuri dari sumber yang sama, makna saling
berhubungan.
Contoh
kata tangan kanan.
Tangan
kanan à bagian organ tubuh manusia yang
berada di samping kanan.
Contoh kalimat: Tangan
kanannya terkilir saat bekerja.
è bagian
dari orang yang dipercayai.
Contoh kalimat: Samsul merupakan
tangan kanan Pak Hadi di kantor.
Contoh
kata bahu.
Bahu
à
pundak (antara leher dan pangkal lengan, organ tubuh yang berada disamping).
Contoh kalimat: Bahu Rani memar
akibat dipukul perampok.
à
bagian samping, tepi jalan (bahu jalan).
Contoh kalimat: Rani berjalan di bahu jalan.
Polisemi dan Metafora
Polisemi
lebih fokus pada makna lebih dari satu. Jadi satu kata itu harus mencantumkan
makna lebih dari satu dan kalau hanya mencantumkan satu dan itu makna kedua
bisa dikatakan bukan lagi polisemi tetapi masuk pada metafora. Contoh
leher
à
bagian tubuh antara kepala dengan tubuh.
Contoh: Leher Agung tertutup kain.
à
benda apa pun yang memiliki bentuk mirip leher.
Contoh: Leher botol Sprit berwarna
hijau.
Metafora
lebih fokus pada bentuk kiasan suatu kata. Kata yang dimaksud adalah kata yang
tidak sebenarnya, biasanya perpaduan kata yang menyangkut anatomi dan kata
lain. Contoh ‘mulut gang’, ‘leher botol’, ‘tangan kanan’, ‘kepala sekolah’.
Polisemi dan Homonim
Polisemi itu tertulis dalam satu
kata, yang memiliki makna lebih dari satu dan saling berkaitan.
Contoh
Otak à kumpulan saraf-saraf yang menjadi
isi kepala, digunakan untuk berpikir.
Contoh:
Otak Ani dikatakan genius.
à
Seseorang yang menggagas rencana, yang memprakarsai.
Contoh: Otak
dari pembunuhan itu ialah Ali.
Homonim itu tertulis dalam dua kata,
dan maknanya tidak saling berkaitan.
Contoh kata dara dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna
Daraà 1. Dara=
perawan, gadis.
2.
Dara= (burung)
Merpati.
Polisemi dan
Sinonimi
Polisemi itu satu kata tetapi memiliki banyak makna.
Contoh:
kata makna
kepala à organ tubuh
bagian atas.
à pemimpin.
Sinonimi itu kebalikan dari polisemi yakni satu makna
tetapi banyak kata.
kata makna
ayah
bapak Panggilan orang tua laki-laki.
bokap
Papi
Faktor-faktor
Penyebab Terjadinya Polisemi
a.
Pergeseran
Pemakaian
Ø
Terjadi sebagai akibat dari luasnya
pengguna bahasa terutama pada kata sifat. Jadi banyaknya penutur bahasa dalam
wilayah tertentu dapat menyebab pergeseran bahasa lebih-lebih pada kata sifat.
Contoh kata sifat enak.
Baksonya
enak sekali à makna
pertama, rasanya enak.
Sepatu itu enak dipakai. à enak
bermakna nyaman.
Pemandangannya enak sekali. à enak
bermakna bagus.
Ø
Pergeseran makna yang belum terlalu
jauh memungkinkan penutur atau peneliti bahasa masih mengenali hubungan makna
yang baru dengan makna primernya. Maksudnya bergesernya suatu makna yang belum
jauh itu dapat dicari oleh penutur bahasa atau peneliti bahasa terkait hubungan
kata yang memiliki makna baru dengan asal usul makna kata (makna primer).
Contoh kata pinang.
Makna primer à Jenis
pohon.
Contoh
Pohon pinang itu tinggi.
Makna sekunder à melamar
Contoh:
Aku pinang kau Dinda.
Dahulu orang Melayu seorang pria
melamar cewek dengan membawa pohon pinang.
b.
Bahasa
figuratif (kiasan)
Ø
Penyimpangan penerapan suatu makna
kepada suatu referen yang lain. Jadi maknanya disejajarkan dengan referen yang
lain tetapi harus saling berkaitan.
Ø
Penyimpangan terjadi karena adanya
kesamaan sifat, bentuk, fungsi, tempat, atau kombinasi diantaranya. Kata yang
dimaksud itu harus memiliki kemiripan sifat, bentuk, tempat intinya saling
berkaitan.
Contoh:
Punggung à punggung
bukit, punggung tangan.
Tangan à tangan
kanan, kaki tangan
Darah à darah
daging, darah biru.
c.
Spesialisasi
Ø
Pada lingkungan sosial yang berbeda,
makna suatu kata akan berbeda.
Ø
Seperangkat silabe yang berhubungan
dengan pemakaianya dalam kelas sosial atau pekerjaan tertentu disebut register
(Wardaugh).
Contoh kata operasi.
Operasi à rumah sakit
à berkaitan
dengan membedah, berkaitan dengan pisau, alat medis.
à Polisi à berkaitan
dengan memeriksa pelanggaran pengendara, pengecekan SIM, STNK.
d.
Pengintepretasian
homonim
Ø
Terjadi ketika salah satu dari
anggota homonim memiliki makna lebih dari satu.
Ø
Makna tersebut masih saling berkaitan.
Contoh:
Bank ‘lembaga keuangan’
è Lisa
membayar angsuran di Bank BNI.
Bank à lembaga
keuangan yang menampung uang.
è Pak Ahmad
mengelola bank sampah di desanya.
Bank à tempat
menampung sampah yang ditukarkan dengan uang.
è Pihak
permerintah telah membuat bank soal UN.
Ban à tempat
menampung banyaknya soal.
e.
Pengaruh
bahasa lain
Ø Masuknya
konsep suatu bahasa menyebabkan perubahan makna kata dalam bahasa tertentu.
Contoh:
Ranjau à
‘bilah bambu yang ditajamkan dan dipasang sebagai jebakan’
à
‘bom yang disembunyikan di tanah dan meledak jika terinjak’
Butir à
‘benda yang kecil kecil’ à
intan, beras.
à
‘disejajarkan dengan unsur karena adanya kata unsur atau item dalam bahasa
Inggris’ à butir keputusan, butir soal, butir
pasal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar