Rabu, 10 Juni 2020

Polisemi dalam Semantik


Tugas Semantik
Pengertian Polisemi
Polisemi merupakan hubungan antara bentuk kebahasaan dengan perangkat makna (Aminuddin, 2001:123), misalnya bentuk berjalan yang mempunyai makna 'terlaksana, berlangsung dan berjalan dengan kaki'. Polisemi sering juga diartikan sebagai satuan bahasa ( terutama kata, bisa juga frase) yang memiliki makna lebih dari satu (Chaer, 2001:101). Parera, (2004:81) mengatakan polisemi ialah suatu ujaran dalam bentuk kata yang mempunyai makna berbeda-beda, tetapi masih ada hubungan atau kaitan antara makna-makna yang berlainan misalnya; kata kepala dapat bermakna 'kepala manusia, kepala jawatan, kepala sarung'. Menurut Kreidle (1998) ‘pengambilan acuan secara anatomi sebagai dasar makna. Hal ini berarti kaitannya dengan organ tubuh manusia sebagai makna baru, dan makna tersebut harus berkaitan meskipun sedikit.
Jadi berdasarkan pengertian dari para ahli tersebut, pengertian polisemi yaitu satu kata yang mempunyai makna lebih dari satu, dan makna yang lebih dari satu itu saling berkaitan, baik berupa makna sebenarnya yakni denotasi maupun kiasan atau konotasi. Perbedaan antarmakna dapat ditelusuri dari sumber yang sama, makna saling berhubungan.
Contoh kata tangan kanan.
Tangan kanan à bagian organ tubuh manusia yang berada di samping kanan.
                        Contoh kalimat: Tangan kanannya terkilir saat bekerja.
è bagian dari orang yang dipercayai.
Contoh kalimat: Samsul merupakan tangan kanan Pak Hadi di kantor.
Contoh kata bahu.
Bahu    à pundak (antara leher dan pangkal lengan, organ tubuh yang berada disamping).
            Contoh kalimat: Bahu Rani memar akibat dipukul perampok.
à bagian samping, tepi jalan (bahu jalan).
Contoh kalimat: Rani berjalan di bahu jalan.

Polisemi dan Metafora
Polisemi lebih fokus pada makna lebih dari satu. Jadi satu kata itu harus mencantumkan makna lebih dari satu dan kalau hanya mencantumkan satu dan itu makna kedua bisa dikatakan bukan lagi polisemi tetapi masuk pada metafora. Contoh
leher    à bagian tubuh antara kepala dengan tubuh.
            Contoh: Leher Agung tertutup kain.
            à benda apa pun yang memiliki bentuk mirip leher.
            Contoh: Leher botol Sprit berwarna hijau.
Metafora lebih fokus pada bentuk kiasan suatu kata. Kata yang dimaksud adalah kata yang tidak sebenarnya, biasanya perpaduan kata yang menyangkut anatomi dan kata lain. Contoh ‘mulut gang’, ‘leher botol’, ‘tangan kanan’, ‘kepala sekolah’.


Polisemi dan Homonim
Polisemi itu tertulis dalam satu kata, yang memiliki makna lebih dari satu dan saling berkaitan.
Contoh
Otak    à kumpulan saraf-saraf yang menjadi isi kepala, digunakan untuk berpikir.
            Contoh: Otak Ani dikatakan genius.
            à Seseorang yang menggagas rencana, yang memprakarsai.
Contoh: Otak dari pembunuhan itu ialah Ali.

Homonim itu tertulis dalam dua kata, dan maknanya tidak saling berkaitan.
Contoh kata dara dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna
Daraà 1. Dara= perawan, gadis.
2.      Dara= (burung) Merpati.

Polisemi dan Sinonimi
Polisemi itu satu kata tetapi memiliki banyak makna.
Contoh:
kata                             makna
kepala              à organ tubuh bagian atas.
                        à pemimpin.
Sinonimi itu kebalikan dari polisemi yakni satu makna tetapi banyak kata.
kata                             makna
babe   
ayah
bapak                          Panggilan orang tua laki-laki.  
bokap
Papi


Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Polisemi
a.       Pergeseran Pemakaian
Ø  Terjadi sebagai akibat dari luasnya pengguna bahasa terutama pada kata sifat. Jadi banyaknya penutur bahasa dalam wilayah tertentu dapat menyebab pergeseran bahasa lebih-lebih pada kata sifat.
Contoh kata sifat enak.
Baksonya enak sekali                à makna pertama, rasanya enak.
Sepatu itu enak dipakai.              à enak bermakna nyaman.
Pemandangannya enak sekali.  à enak bermakna bagus.

Ø  Pergeseran makna yang belum terlalu jauh memungkinkan penutur atau peneliti bahasa masih mengenali hubungan makna yang baru dengan makna primernya. Maksudnya bergesernya suatu makna yang belum jauh itu dapat dicari oleh penutur bahasa atau peneliti bahasa terkait hubungan kata yang memiliki makna baru dengan asal usul makna kata (makna primer).
Contoh kata pinang.
Makna primer              à Jenis pohon.
                                    Contoh Pohon pinang itu tinggi.
Makna sekunder          à melamar
                                    Contoh: Aku pinang kau Dinda.
Dahulu orang Melayu seorang pria melamar cewek dengan membawa pohon pinang.

b.      Bahasa figuratif (kiasan)
Ø  Penyimpangan penerapan suatu makna kepada suatu referen yang lain. Jadi maknanya disejajarkan dengan referen yang lain tetapi harus saling berkaitan.
Ø  Penyimpangan terjadi karena adanya kesamaan sifat, bentuk, fungsi, tempat, atau kombinasi diantaranya. Kata yang dimaksud itu harus memiliki kemiripan sifat, bentuk, tempat intinya saling berkaitan.
Contoh:
Punggung        à punggung bukit, punggung tangan.
Tangan                        à tangan kanan, kaki tangan
Darah              à darah daging, darah biru.

c.       Spesialisasi
Ø  Pada lingkungan sosial yang berbeda, makna suatu kata akan berbeda.
Ø  Seperangkat silabe yang berhubungan dengan pemakaianya dalam kelas sosial atau pekerjaan tertentu disebut register (Wardaugh).
Contoh kata operasi.
Operasi           à rumah sakit à berkaitan dengan membedah, berkaitan dengan pisau, alat medis.
                        à Polisi  à berkaitan dengan memeriksa pelanggaran pengendara, pengecekan SIM, STNK.

d.      Pengintepretasian homonim
Ø  Terjadi ketika salah satu dari anggota homonim memiliki makna lebih dari satu.
Ø  Makna tersebut masih saling berkaitan.
Contoh:
Bank ‘lembaga keuangan’
è Lisa membayar angsuran di Bank BNI.
Bank à lembaga keuangan yang menampung uang.
è Pak Ahmad mengelola bank sampah di desanya.
Bank à tempat menampung sampah yang ditukarkan dengan uang.
è Pihak permerintah telah membuat bank soal UN.
Ban à tempat menampung banyaknya soal.
e.       Pengaruh bahasa lain
Ø  Masuknya konsep suatu bahasa menyebabkan perubahan makna kata dalam bahasa tertentu.
Contoh:
Ranjau          à ‘bilah bambu yang ditajamkan dan dipasang sebagai jebakan’
                     à ‘bom yang disembunyikan di tanah dan meledak jika terinjak’
Butir             à ‘benda yang kecil kecil’ à intan, beras.
                     à ‘disejajarkan dengan unsur karena adanya kata unsur atau item dalam bahasa Inggris’ à butir keputusan, butir soal, butir pasal.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar